Apakah Laptop dengan Layar OLED Bagus? Ini Pertimbangannya

Beberapa tahun yang lalu, laptop sebagian besar menggunakan layar dengan teknologi panel TN (Twisted Newmatic) untuk kelas entry-level dan juga beberapa laptop gaming. Sedangkan laptop kelas menengah dan atas menggunakan layar berteknologi panel IPS (In-Plane Switching) yang menawarkan kualitas visual yang lebih baik dengan viewing angle luas. Kini mulai banyak laptop yang menggunakan layar berteknologi OLED (Organic Light Emiting Diode) yang diklaim mampu memberikan kualitas visual yang superior.

Cara kerja layar OLED sedikit berbeda dengan LCD. Pada dasarnya, OLED adalah perangkat solid-state yang terdiri dari lapisan semikonduktor tipis berbasis karbon yang memancarkan cahaya ketika listrik diterapkan oleh elektroda yang berdekatan. Agar cahaya dapat keluar dari perangkat, setidaknya salah satu elektroda harus transparan. Berbeda dengan LED atau LCD, panel OLED dapat menghasilkan cahayanya sendiri. Semua ini dimungkinkan karena dioda OLED yang dibuat secara khusus.

Kualitas Visual yang Bagus

Salah satu kelebihan layar berteknoogi OLED yang marak digunakan laptop masa kini adalah mampu menghasilkan kualitas visual yang sangat bagus. Hal ini tak lepas dari kemampuan layar OLED yang menampilkan kedalaman warna datau color gamut 100% DCI-P3. Sementara rata-rata layar laptop dengan panel IPS hanya menawarkan color gamut 100% sRGB.

Baca Juga :  Ini 5 Rekomendasi Laptop 10 Jutaan untuk Content Creator

Selain itu, layar OLED mampu menghasilkan kontras yang tinggi sehingga terlihat begitu tajam. Layar OLED juga tidak mengalami penurunan kualitas dan saturasi warna saat brightness diset rendah. Sistem kerja layar OLED yang memiliki cahaya sendiri membuatnya mampu menampilkan warna hitam yang sangat pekat.

Waktu Respon yang Cepat

Kelebihan layar OLED adalah memiliki response time atau waktu respon yang sangat cepat, yakni hampir seketika. Ini jelas lebih cepat dan responsif jika dibandingkan dengan IPS atau LCD TN. Selain itu, layar OLED saat ini juga sudah mampu melewati batas refresh rate 60Hz, yakni 90Hz dan bahkan ada yang mencapai 120Hz. Performanya cocok untuk menangani game dan animasi dengan frame rate cepat.

Konsumsi Baterai

Layar OLED secara keseluruhan lebih hemat daya daripada LCD untuk konten campuran karena dapat mengontrol nilai kecerahan piksel secara individual. Namun, bagi yang sering berkutat dengan layar putih seperti browsing atau dokumen Office, OLED tampaknya membutuhkan lebih banyak daya. Hal ini disebabkan piksel OLED tersebut ke kecerahan yang sebanding membutuhkan lebih banyak daya.

Baca Juga :  Acer Swift Edge SFA16-41, Laptop Powerful dengan Layar 4K OLED Hadir di Indonesia

Kesimpulan

Layar OLED dapat dipilih bagi pengguna yang membutuhkan laptop dengan kemampuan visual yang mumpuni. Namun, pengguna juga harus siap mengeluarkan dana yang lebih banyak karena saat ini laptop dengan layar OLED dijual dengan harga di atas Rp 10 juta.

Leave a Comment

Your email address will not be published.